Sabtu, 10 November 2018

sholat dhuha dan tata caranya

Tahukah Anda? Doa Sholat Dhuha mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Dalam doa tersebut, tidak hanya berisi tentang hajat duniawi saja, tetapi juga berisi tentang hajat untuk kebaikan akhiratnya.
waktu yang paling utama mengerjakan sholat dhuha adalah waktu  matahari mulai panas sampai 15 menit sebelum dzuhur
Dalil tentang kapan dimulainya waktu sholat dhuha ini adalah Hadis dari ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلِّ صَلاَةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلاَةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَىْ شَيْطَانٍ وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kerjakan shalat subuh kemudian tinggalkan shalat hingga matahari terbit, sampai matahari meninggi. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim no. 832). (Lihat Minhatul ‘Allam, 3: 347)


Read more https://banghen.com/waktu-sholat-dhuha-mulai-jam-berapa/
Tata cara sholat dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lain pada umumnya, yaitu shalat dua rakaat dengan satu salam. Perbedaan tata cara sholat dhuha dari shalat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya.
Shalat sunnah dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada yang yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri kadang mengerjakan sholat dhuha 4 rakaat. Tetapi beliau pernah melaksanakan shalat dhuha hingga 8 rakaat. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:
Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, " Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam." (HR. Abu Dawud)

 bacaan niat sholat dhuha pada umumnya adalah 
USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: “ Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:
  1. Niat sholat dhuha
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  12. Membaca Surah Al-Fatihah
  13. Membaca Surah As-Syams
  14. Ruku’ dengan tuma’ninah
  15. I’tidal dengan tuma’ninah
  16. Sujud dengan tuma’ninah
  17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  18. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  19. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  20. Salam
  21. Membaca doa sholat dhuha
Demikianlah tata cara sholat dhuha 2 rakaat. Setelah selesai mengerjakan sholat dhuha dianjurkan untuk banyak berdoa.

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Bagaimana tata cara sholat dhuha 4 rakaat? Tata cara mengerjakan shalat dhuha 4 rakaat sebenarnya sama dengan yang 2 rakaat. Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, setelah itu dua rakaat salam. Begitu juga dengan shalat dhuha 8 rakaat dan seterusnya.

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Doa sholat dhuha
Doa Sholat Dhuha Latin
“Allaahumma Innadh Dhuhaa a dhuhaa uka wal bahaa a bahaa uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma Inkaana rizqiy fis samaa i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fa yassirhu wa inkaana harooman fa thohhirhu wa inkaana ba’iydan fa qorribhu. Bihaqqi dhuhaa ika wabahaa ika wajamaalika waquwwatika waqudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakas sholihiin.”

Rahasia Doa Sholat Dhuha

Doa Sholat Dhuha memiliki kandungan makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia untuk kepentingan dunia dan akhiratnya.
Makna yang terkandung di dalamnya meliputi kesejahteraan kehidupan manusia di dunia serta mengantarkannya menjadi hamba yang senantiasa taat kepada Tuhannya.
Setidaknya, doa sholat dhuha ini memiliki tiga kandungan:

1. Pujian Kepada Allah

Kandungan makna doa setelah sholat dhuha yang pertama adalah berisi puji-pujian. Yaitu Allah-lah Dzat yang memiliki waktu dhuha, yaitu waktu dimana manusia memulai beraktifitas, dan waktu dimana manusia bertebaran  mencari anugerah Allah.
Dan Allah-lah Dzat yang maha agung, seluruh keagungan adalah miliknya. Dzat yang maha Indah, seluruh keindahan adalah milikny. Dzat yang maha kuat, seluruh kekuatan dalah miliknya. Dzat yang maha kuasa, seluruh kuasa adalah miliknya. Dzat yang maha menjaga, seluruh penjagaan adalah miliknya.

2. Dimudahkan Dalam Urusan Rizki

Kandungan makna doa sholat dhuha yang kedua adalah permintaan kesejahteraan yang mencakup kemudahan dalam mencari rizki.
Inti dari kandungan doa ini adalah meminta dimudahkan dalam urusan rizki, yaitu dimanapun rizki itu berada agar dimudahkan dalam memperolehnya, apabila sulit dimudahkan, apabila sedikit agar berlimpah, apabila jauh agar didekatkan, dan apabila mengandung unsur haram agar dibersihkan dan disucikan.

3. Meminta Dikabulkannya Doa dan Pemberian Sebagaimana Para Shalihin

Kandungan doa sholat dhuha yang terakhir adalah meminta dikabulkannya doa dengan memuji sifat kesempurnaannya. Selain itu juga meminta pemberian sebagaimana yang Allah berikan kepada para Shalihin.
Itulah rahasia kandungan doa setelah sholat dhuha. Kewajiban kita hanya berdoa, jangan berburuk sangka tidak dikabulkannya doa yang kita panjatkan.
Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambanya selagi seorang hamba tidak terburu-buru mengatakan “doaku tidak terkabul”. Sebab, doa kita hanya akan terkabul menurut waktu yang ditentukan Allah, bukan atas ketentuan kita sendiri. Sebagaimana maqolah Ibnu ‘Athoillah As-Sakandary:
“Janganlah membuat dirimu jadi patah harapan sebab terlambatnya pemberian dari Allah, meskipun kamu sudah berulangkali memohon (berdoa). Sebab Allah telah menjamin mengabulkan permintaanmu (doamu), sesuai dengan yang Allah pilihkan untukmu, bukan menurutmu sendiri. Juga pada waktu yang Allah kehendaki, bukan waktu yang engkau kehendaki sendiri.”
Cukup sekian pembahasannya. Semoga doa sholat dhuha ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Wallahu A’lam.

Doa Qunut Shubuh & Qunut Nazilah Serta Penjelasannya

Doa Qunut Subuh, Nazilah & Witir lengkap dalam bahasa Arab, latin dan artinya. Qunut sendiri dalam pengertian sederhananya adalah tunduk dan merendahkan diri kepada Allah Ta’aalaa. Kemudian dalam perkembangannya digunakan sebagai salah satu doa tertentu dalam sholat.
Menurut para Ulama’ dari kalangan Syafi’i seperti Imam Ghazali, imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dll, bahwa hukum membaca doa qunut sholat subuh adalah sunnah muakkadah karena termasuk dalam sunnah ab’adl.
Pendapat ini didasarkan pada Sabda Nabi SAW :
“Dari Sahabat Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Nabi SAW membaca qunut selama satu bulan penuh untuk mendoakan orang-orang, kemudian beliau meninggalkannya. Adapun di waktu subuh beliau tidak pernah meninggalkan qunut sampai beliau meninggal dunia.”(HR. Imam Baihaqi dan Daruqutni)

Doa Qunut Subuh untuk Sendiri

DOA QUNUT SENDIRI
“Allaahummah Dinii Fiiman Hadaiyt, Wa ‘aafinii Fiiman ‘Aafaiyt, Wa Tawallanii Fiiman Tawallaiyt, Wa Baarikliy Fiimaa a’toiyt, Wa qinii Syarromaa Qodloiyt, Fainnaka Taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk, Wa innahu laa yadzillu maw waalayt, Walaa ya’izzuman ‘aadaiyt, Tabaarokta robbanaa wata’aalaiyt, Falakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt, wa astaghfiruka wa atuubu ilaiyk, wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasahbihi wasallam.”

Doa Qunut untuk Imam

Doa qunut untuk imam
“Allaahummah Dinaa Fiiman Hadaiyt, Wa ‘aafinaa Fiiman ‘Aafaiyt, Wa Tawallanaa Fiiman Tawallaiyt, Wa Baariklanaa Fiimaa a’toiyt, Wa qinaa Syarromaa Qodloiyt, Fainnaka Taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk, Wa innahu laa yadzillu maw waalayt, Walaa ya’izzuman ‘aadaiyt, Tabaarokta robbanaa wata’aalaiyt, Falakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt, wa astaghfiruka wa atuubu ilaiyk, wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasahbihi wasallam.”
Arti Doa Qunut
Arti doa qunut

Doa Qunut Nazilah

doa qunut nazilah
Doa Qunut Nazilah adalah qunut yang dibaca dengan tujuan meminta perlindungan kepada Allah dari bala. musibah, ujian, kekejaman serta ancaman musuh. Doa Qunut Nazilah ini boleh dibaca dalam sholat 5 waktu.
Qunut Nazilah disyariatkan membaca saat terjadi suatu musibah, bala atau cobaan. Sedangkan prakteknya dibaca pada 5 waktu sholat, seperti halnya yang dilakukan oleh Nabi SAW, dan dibaca pada saat rokaat terakhir sebelum sujud.
Qunut Nazilah tidak tertentu dan terbatas seperti diatas, sebab qunut nazilah ini lafadz doanya disesuaikan dengan keadaan/musibah yang sedang terjadi.

Doa Qunut Witir

qoa qunut witir
republika.co.id
Masalah lainnya yang masih banyak dipertanyakan oleh sebagian kalangan adalah doa qunut witir yang dimulai pada pertengahan bulan Ramadhan. Ulama’ Syafi’iyyah telah merumuskan dalam beberapa kitab fiqihnya bahwa, disunnahkan melakukan qunut witir pada akhir rokaat sholat witir di separuh bulan Ramadhan akhir.
Karena dalam suatu riwayat Imam Abu Dawud menceritakan bahwa sahabat Nabi yang bernama Ubay bin Ka’ab telah melakukan Qunut semasa khalifah Umar bin Khattab. Pada saat itu beliau mengumpulkan orang untuk melakukan sholat tarawih.
Bahkan dalam riwayat lain, Nabi SAW telah mengajarkan qunut pada cucunya Sayyid Hasan bin Ali Karromallahu Wajhah.
Kemudian dasar yang digunakan oleh generasi Ulama’ berikutnya adalah kitab-kitab rujukan yang ada seperti dalam Al-Adzkar hal: 57:
Menurut pendapatku (yaitu Imam Nawawi), disunnahkan membaca Qunut dalam separuh bulan Ramadhan yang akhir, pada rakaat akhirnya sholat witir.
Masalah khilafiyah ini tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan konflik dan memicu perpecahan. Maka sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama’ah sebaiknya menyikapi perbedaan ini dengan bijak dan dewasa.
Karena bagaimana pun itu, keutuhan dan persatuan umat Islam tetaplah yang terpenting daripada hanya mengurusi khilafiyah ini. Bukankah Nabi SAW bersabda: “Perbedaan diantara umatku adalah Rahmat”.

Pembahasan Doa Qunut Subuh

Seperti yang telah dibahas diawal, bahwa hukum dari membaca doa qunut subuh sendiri adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat ditekankan. Namun begitu, masih ada juga dari saudara kita yang menganggap bahwa qunut subuh bukanlah bagian dari sunnah.
Sedangkan mengenai hadist yang menyatakan bahwa Nabi SAW tidak melakukan qunut, sebagian Ulama’ menanggapainya. Bahwa hadits tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menghilangkan ke-sunnah-an dari qunut subuh itu sendiri, apalagi sampai melarangnya.
Sebagaimana kaidah ushul fiqih:
“Dalil yang menjelaskan tentang adanya suatu perkara itu didahulukan dari dalil yang menyatakan tidak adanya perkara itu. Sebab adanya penjelasan pada suatu dalil menunjukkan bahwa adanya pemberitahuan yang lebih pada dalil tersebut.”
Di sebagian daerah, masih ada yang menggunakan qunut pada setiap waktu sholat, sementara membaca qunut pada sholat 5 waktu selain sholat subuh menurut ulama’ syafi’iyah ada 3 pendapat:
  1. Tetap disunnahkan, yaitu menurut Qoul Al-Ashoh Al-Masyhur jika keadaan kaum Muslim sedang mendapat musibah besar seperti halnya penyakit yang mewabah, dan tidak disunnahkan jika tidak demikian. Qunut ini dinamakan Qunut Nazilah.
  2. Tetap Mutlaq disunnahkan.
  3. Mutlaq tidak disunnahkan.
Keterangan diambil dari kitab Al-Adzkar hal: 57

Solusi Doa Qunut Saat Berjamaah

Sebagai solusi apabila berjamaah dengan orang yang tidak menggunakan qunut dalam sholatnya, baik ketika menjadi makmum ataupun Imam. Sebisa mungkin tetap menghargai mereka, yaitu dengan cara yang telah diajarka oleh Ulama’ Syafi’iyyah sebagai berikut:
  • Apabila menjadi Imam, maka tetap disunnahkan membaca qunut, yaitu dengan mengganti bacaan i’tidal dengan bacaan doa qunut. Sebab, qunut lebih diutamakan karena hukumnya sunnah ab’adl dibanding bacaan i’tidal yang sunnah hai’at.
  • Apabila menjadi makmum, maka alternatifnya sebagai berikut: 1) Qunut boleh dibaca secara ringkas setelah bacaan i’tidal, dengan doa yang mencakup unsur pujian dan istighfar. Meskipun dari ayat-ayat Al Qur’an dengan alasan tidak ada ketentuan tentang sighot qunut misalnya Robbanaghfirlana dzunubanaa. .dst. 2) Qunut dengan sujud sahwi. 3) Boleh mufaroqoh.
Sekian pembahasan mengenai doa qunut ini. Semoga bermanfaat.

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Fardhu dan keutamaannya

Setelah selesai sholat, hendaknya membaca wirid atau bacaan dzikir setelah sholat sesuai yang diajarkan oleh para ulama’ salafus shalih. Sebab, dalam bacaan dzikir tersebut terkandung berbagai macam keutamaan yang sangat agung, baik untuk kepentingan dunia maupun akhirat.
Bacaan dzikir setelah sholat adalah kumpulan dari bermacam-macam kalimat thayyibah dan doa. Di dalamnya terdapat bacaan istighfar, bacaan tahlil, kalimat tauhid, puji-pujian kepada Allah, surat alfatihah, ayat kursi, bacaan tasbih, bacaan tahmid, bacaan takbir, dll.
Bacaan dzikir sesudah sholat itu mengandung faedah dan keutamaan yang dapat menghapus dosa kita, memudahkan urusan dunia serta persoalan hidup dan dan tabungan pahala untuk kepentingan akhirat kita.

Sebagaimana yang telah disebutkan diatas, bacaan dzikir setelah sholat ini berupa kumpulan beberapa kalimat thayyibah dan doa. Yang mana kumpulan itu mengandung komposisi yang tepat untuk berdzikir atau mengingat kepada Allah.
Bacaan dzikir setelah sholat ini berupa kumpulan dari bacaan istighfar, tahlil, kalimat tauhid, doa selamat, surat alfatihah, ayat kursi, bacaan tasbih, tahmid, takbir, dll.
Lebih jelasnya, berikut adalah urut-urutan dzikir sesudah sholat:
  • Membaca istighfar 3 kali
  • Membaca kalimat tauhid 3 kali
  • Membaca doa selamat 3 kali
  • Membaca surat alfatihah 1 kali
  • Membaca ayat kursi 1 kali
  • Membaca tasbih 33 kali
  • Membaca tahmid 33 kali
  • Membaca takbir 33 kali
  • Membaca kalimat tauhid yang disambung dengan bacaan hauqolah
  • 1. Membaca Istighfar

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣
    Bacaan istighfar latin dan Artinya:
    Astaghfirullaahal ‘adziim alladzii laaailaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih.
    “Aku memohon ampun kepada Allah yang maha agung , tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah , dzat yang maha hidup kekal abadi dan terus menerus mengurus makhluknya tiada henti. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

    2. Membaca Dzikir Kalimat Tauhid

    لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
    Bacaan kalimat tauhid latin:
    Laaailaaha illallaah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.
    Arti kalimat tauhid:
    Tiada Tuhan yang haq disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu baginya. Hanya milikinya segala kerajaan dan hanya milikinya segala puji, Dialah Dzat yang kuasa atas segala sesuatu.
    3. Membaca Doa Selamat
    اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام.
    Doa selamat latin:
    “Allaahumma antas salaam waminkas salaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbanaa wa ta’aalaita yaa dzal jalaali wal ikroom.
    Arti doa selamat:
    Ya Allah, engkaulah Dzat yang memberi keselamatan (kesejahteraan), hanya darimu lah keselamatan (kesejahteraan) dan kepadamua lah segala keselamatan (kesejahteraan) itu kembali. Maka hidupkanlah kami Ya Allah dengan selamat (sejahtera), masukkan kami ke dalam surga rumah keselamatan (kesejahteraan), Engkaulah Dzat yang berkah wahai Tuhan kami dan maha luhur Engkau, Ya Tuhan kami yang Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.

    4. Membaca Surat Al fatihah

    Bacaan al fatihah latin:

    Bismillaahir rohmaanir rohiim [1] Alhamdulillaahirobbi ‘aalamiin [2] Arrohmaanir rohiim [3] Maaliki yaumiddiin [4] Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin [5] Ihdinas shirootol mustaqiim [6] Shirootolladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdluubi ‘alaihim waladlaaalliin [7] Aaamiin

    Arti surat al fatihah:

    Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih (maha pengasih di dunia & akhirat) lagi maha penyayang (maha penyayang hanya di akhirat) [1] Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam [2] Dzat yang maha pengasih (di dunia & akhirat) lagi maha penyayang (di akhirat) [3] Dzat yang merajai hari akhir (hari kiamat) [4] Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan [5] Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (shirotol mustaqim) [6] Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri ni’mat bukan jalannya orang-orang yang Engkau benci (ghadab) dan bukan pula jalannya orang-orang yang tersesat [7]

    5. Membaca Ayat Kursi

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.
    Bacaan ayat kursi latin:
    Allaahu laaailaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta’ khudzuhu sinatuw walaa naum, lahu maa fis samaawaati wa maa fil ardl, mandzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi idznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, walaa yuhiithuuna bisyaim min ‘ilmihii illa bimaa syaaa’, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardl, walaa yauduhuu hifdzuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adziim.

    Arti ayat kursi:

    Allah, tiada Tuhan yang haq disembah melainkan IA (Allah) Dzat yang hidup kekal abadi serta terus menerus dalam mengurus makhluknya. Tidak pula mengantuk ataupun tidur, milik-Nya lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tiada orang yang mampu memberi syafaat di sisi-Nya kecuali atas izin-Nya. Allah mengetahui apa yang ada di hadapan mereka (yang nampak) dan apa yang ada di belakang (yang tersembunyi) mereka. Dan mereka tidak diliputi sesuatu (tidak tau apa-apa) dari Ilmu Allah melainkan dengan sesuatu yang dikehendaki-Nya. Luas kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat menjaga keduanya, dan Dia lah Dzat yang maha luhur dan maha agung.

    6. Membaca Tasbih, Tahmid dan Takbir 33 X

    إِلَهَنَا رَبَّنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا سُبْحَانَ اللهِ
    (33x) سُبْحَانَ اللهِ
    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ دَائِمًا أَبَدًا اَلْحَمْدُ ِللهِ
    (33x) اَلْحَمْدُ ِللهِ
    اْلحَمْدُ ِللهِ عَلىَ كُلِّ حَالٍ وَفِي كُلِّ حَالٍ وَنِعْمَةِ
    (33x) اللهُ أَكْبَرُ
    اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ

    Latin:

    A. Pengertian dari Bacaan – Bacaan Dzikir
    Di bawah ini adalah pengertian / arti dari bacaan-bacaan zikir yaitu, tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahuakbar), tahlil (Laa ilaha Illallah), istighfar (Astaghfirullah hal adzim), dan lain sebagainya dalam ajaran agama Islam. Bacaan-bacaan di bawah ini ringan untuk dilakukan, akan tetapi berat timbangan amal yang kita dapatkan.
    – Tasbih : “Subhanallah”, artinya “Maha Suci Allah”.
    – Tahmid : “Alhamdulillah”, artinya “Segala Puji Bagi Allah”.
    – Takbir : “Allahuakbar”, artinya “Maha Besar Allah” .
    – Tahlil : “Laa ilaha Illallah”, artinya “Tiada Tuhan Selain Allah”.
    – Istighfar : “Astaghfirullah hal adzim”, artinya “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”.
    – Istighfar Jamak : “Nastaghfirullah hal adzim”, artinya “Kami mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung”.
    – Bacaan “Audzubillah himinasyaitonirrajim”, artinya “Aku berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”.
    – Bacaan “Naudzubillah himinasyaitonirrajim”, artinya “Kami berlindung kepada Allah dari syaithan yang terkutuk”.

    B. Keutamaan Membaca Dzikir
    – Apakah seseorang di antara kamu tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari? Salah seorang di antara yang duduk bertanya: Bagaimana mungkin di antara kita bisa memperoleh seribu kebaikan (dalam sehari)? Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah dia membaca seratus tasbih (Subhanallah), maka ditulis seribu kebaikan baginya atau dihapuskan darinya seribu keburukan.
    – Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa bertasbih (Subhanallah) sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmid (Alhamdulillah) tiga puluh tiga kali, dan bertakbir (Allahuakbar) tiga puluh tiga kali, kemudian mengucapkan: Laa ilaaha illa Allah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli sya’in qadir, setiap selesai shalat. Maka akan diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.”(HR Imam Ahmad, Darimi, Malik)
    – Tasbih berarti mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk-Nya. Sementara tahmid yaitu memuji Allah, Tuhan semesta alam. Dan takbir adalah mengagungkan kebesaran Allah SWT. Allah berfirman dalam al-Quran: ”Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (al-Ahzaab: 41-42).
    – Sabda Rasulullah kepada Fatimah dan Ali: ”Maukah kalian berdua Aku ajarkan perkara yang lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian telah berada di tempat tidur bacalah takbir 33 kali, tasbih 33 kali dan tahmid 33 kali. Itu semua lebih baik buat kalian dari pada seorang pembantu.” (HR Bukhori).
    – Rasulullah SAW bersabda, “Maukah Aku sampaikan kepada kalian amalan yang dapat melampaui derajat orang kaya dan tidak ada yang mengalahkan derajat kalian sehingga menjadi yang terbaik di antara kalian dan mereka, kecuali mengerjakan amalan berikut, yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali.”(HR Bukhori)
    – Sabda Nabi SAW: “Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, tahmid adalah sedekah dan tahlil adalah sedekah.” (HR Muslim)
    – Rasulullah SAW bersabda : Ucapan yang paling Allah sukai itu adalah empat : Subhanallah, al-Hamdulillah, Laa Ilaaha Illa Allah, Allahu Akbar. Tidak ada bahaya darimanapun kamu mulai. (HR. Muslim)
    – Tidak ada aktivitas yang akan menentramkan hati dan melembutkan jiwa selain senantiasa ingat dan berdzikir kepada Allah. Tak ada aktivitas yang melegakan jiwa dan menyejukkan nurani selain dzikir kepada Allah. Karena itulah Allah menyeru kepada kita agar kita senantiasa berdzikir pada-Nya. “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”.(Al-Baqarah : 152).
    – Dzikir kepada Allah adalah surga Allah di dunia. Dia indah dan penuh pesona, menakjubkan dan menentramkan. Di dalamnya ada bunga-bunga wangi yang bisa dihirup jiwa. Maka barang siapa yang tidak pernah menginjakkan kakinya di surga Allah (di dunia), maka dia tidak akan pernah menginjakkan kakinya di surga Allah (di akhirat). Dzikir adalah penolong yang melenyapkan kelelahan dan keletihan jiwa dan kehampaan nurani. Dzikir adalah jalan pintas untuk meraih kebahagiaan dan merengkuh kemenangan. Dzikir adalah balsem yang senantiasa memberikan kehangatan rohani dan sekaligus memberikan kesembuhan jiwa.
    – Dzikir adalah penerang, dzikir adalah penenang, dzikir adalah penyadar dan senjata ampuh pemusnah kesuntukan pikiran, pelenyap tumpukan duka lara. Orang yang berdzikir kepada Allah akan senantiasa bersinar jiwanya, bercahaya tingkah lakunya.
    –  Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.(Al-A’raaf : 205). Dzikir itu makanan jiwa yang harus menjadi konsumsi rutin keseharian kita. Tanpanya jiwa kita akan melemah, semangat kita akan mengendur, cita-cita kita hanya menjadi tujuan pendek dan rendah. Ada kelezatan dalam dzikir yang tidak dimiliki oleh amal-amalnya lainnya. Cicipi dan rasakanlah.
    – Dzikir adalah penawar racun orang berdosa, sahabat setia orang yang terputus, harta simpanan orang-orang yang bertawakkal, makanan orang-orang yang penuh yakin, hiasan orang-orang yang menyambungkan diri kepada Allah, prinsip orang-orang yang memiliki ma’rifat, hamparan orang-orang yang mendekat dan minuman segar orang-orang yang mencinta.
    – Dzikir adalah energi hidup seorang muslim dan turbin yang menggerakkan jiwa mereka. Ibnu Taimiyah pernah mengatakan kepada muridnya, Ibnul Qayyim tentang dzikir ini : Ini adalah makananku, jika aku tidak makan maka habislah kekuatanku. Hasan Al-Bashri memberikan nasehat kepada kita : Carilah kenikmatan itu dalam tiga perkara : Dalam shalat, dalam dzikir, dalam membaca Al-Quran.
    – Dzikir akan membuka kelapangan dada kita. Dalam dzikir terdapat makna-makan sabar dan tawakkal, terkandung makna ridha dan menyerah. Hanya dengan mengingat Allah jiwa kita menjadi jernih dan pikiran kita akan menjadi bersih. Dengan dzikir kepada Allah langkah ke depan menjadi pasti. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (Ar-Ra’d : 28)
    – Kegelisahan yang melanda banyak orang di dunia tidak lebih karena mereka telah melalaikan dzikir. Menyedikitkan tasbih, meminilisir tahmid dan mengerdilkan takbir dalam jejak rekam kehidupan mereka. Orang menjadi rakus karena dia tidak tamak untuk berdzikir. Seseorang menjadi berlumur dosa karena dia lupa bertasbih, dia menjadi angkuh karena kalimat tauhid yang dibacanya tidak lagi menggedor kesadaran dirinya bahwa dia hanyalah seorang hamba
    – Kejahatan para penguasa muncul karena mereka jarang bertasbih, pemelintiran agama hadir di kalangan ulama karena tasbih mereka mungkin mulai tak jujur. Tahmid mereka mulai mengendur. Kecurangan pemimpin bisa saja karena malam mereka tidak pernah berdenyut dengan tasbih dan tahmid, fajar mereka tidak pernah hidup dengan kalimat tauhid. Maka jadilah mata hati mereka semakin legam, jiwa mereka semakin gosong, pandangan nurani mereka menjadi pendek. Padahal ada waktu untuk merayu Allah di saat fajar akan menjelang, di saat manusia-manusia yang tidak bersemangat, beristirahat dan tidur lenyap menikmati malam. Saat itu ucapan cinta kepada Sang Maha Pencinta harus diungkap. Karena cinta kita akan menarik cinta-Nya, rayuan kita akan membangkitkan cinta-Nya. Hidup ini harus kita maknai melalui tasbih, tahlil dan tahmid serta takbir kita yang tiada henti. Sampai mati.
    C. Penutup
    Dari hadist diatas dapat kita ambil hikmah. Betapa banyak sekali keutamaan berdzikir membaca tasbih, tahmid dan takbir. Dengan cara banyak berdzikir, akan timbul rasa takut kepada Allah dan buahnya itu kita bisa menjalankan semua perintah dan larangan Allah. Maka, kita senantiasa mendawamkan amalan dari Rasulullah ini dan kita berharap, dapat mencapai keberkahan hidup dan senantiasa menjadi hamba yang tidak merugi.

Bacaan Sholat Lengkap 5 Waktu Arab & Latin Disertai Terjemah

Pengertian Sholat: Sholat secara bahasa artinya doa, sedangkan menurut istilah adalah suatu bentuk ritual ibadah menghadapkan hati kepada Allah dalam bentuk beberapa ucapan dan perbuatan. Yang mana hal itu diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.
Hukum melaksanakan sholat: Hukum melaksanakan sendiri adalah wajib bagi orang Islam yang sudah Aqil Baligh. Mengenai dalil yang mewajibkan sholat sendiri ada banyak sekali dalam Al Qur’an, diantaranya adalah:
“Dirikanlah sholat dan keluarkanlah zakat, serta tunduklah (ruku’lah) bersama orang-orang yang ruku’. (Q.S. Al-Baqarah: 43)

“Kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholat itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. (Q.S. Al-Ankabut: 45)
Perintah sholat ini hendaknya sudah tertanam didalam hati sejak mulai dari kanak-kanak, oleh sebab itu para orang tua perlu mengajarkan dan menanamkannya sejak dini. Didiklah anak-anak tentang pelajaran sholat ini dengan sabar dan telaten, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Perintahlah anak-anak kalian mengerjakan sholat di saat usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah diwaktu mereka meningkat sepuluh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Dan tentu bukan tanpa alasan Allah mewajibkan sholat kepada kita. Ada rahasia dan tujuan tersendiri dari diwajibkannya sholat kepada Muslim (Sholat tidak diwajibkan kepada Non Muslim). Silahkan baca agar semangat kita dalam menjalankan syariat meningkat.

Bacaan Sholat Lengkap

 Bacaan sholat lengkap ini meliputi rukun sholat yang telah disebutkan diatas. Bacaan sholat ini ada yang bersifat sunnah dan ada yang wajib yang akan kami bahas sedikit dibawah. Untuk urut-urutannya adalah sebagai berikut:

  • Bacaan niat sholat wajib 5 waktu
  • Bacaan doa iftitah
  • Bacaan al fatihah
  • Bacaan surat dari Al-Qur’an
  • Bacaan ruku’
  • Bacaan i’tidal
  • Bacaan sujud
  • Bacaan duduk diantara dua sujud
  • Bacaan tasyahud awal
  • Bacaan tasyahud akhir
  • Salam
  • Bacaan doa qunut
Setelah selesai melaksanakan sholat, kemudian di lanjut dengan membaca dzikir setelah sholat dan doa setelah sholat. Dan alangkah baiknya dalam melaksanakan sholat wajib juga disempurnakan dengan shalat sunnah rawatib.

Niat Sholat

Niat Sholat adalah rukun shalat yang pertama, yaitu dengan adanya niat tersebut dapat menjadikan sholat kita sah, dan dengan tidak adanya niat sholat kita tidak akan sah.
Niat Sholat ini disesuaikan dengan waktu sholat yang akan dikerjakan. Misalnya pada waktu subuh maka niat sholatnya adalah niat sholat subuh, pada waktu dhuhur niat sholatnya adalah niat sholat dhuhur, pada waktu ashar niat sholatnya adalah niat sholat ashar, pada waktu maghrib niat sholatnya adalah niat sholat maghrib dan pada waktu isya niat sholatnya adalah niat sholat isya.
Niat Sholat ini sunnah diucapkan, sedangkan yang wajib adalah niat di dalam hati pada saat mengangkat tangan takbirotul ihram

Niat Sholat Subuh

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli Fardhos Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu subuh dua rokaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Dhuhur

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli Fardhodh Dhuhri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu dhuhur empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Bacaan Niat Sholat Ashar

أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli Fardhol Ashri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu asar empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Maghrib

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli Fardhol Maghribi Tsalasa Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu maghrib tiga rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Isya

أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli Fardhol ‘Isya.i Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an (Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa. “Saya berniat sholat fardhu isya empat rokaat menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Doa Iftitah

Doa iftitah artinya doa pembuka. Bacaan dari doa iftitaf ini tidak wajib dibaca karena hukumnya sunnah. Doa ini dibaca setelah Takbirotul Ihram sebelum Al-Fatihah. Bacaan sholat setelah takbirotul ihram adalah sebagai berikut:

Bacaan Doa Iftitah Versi 1

bacaan doa iftitah
Allaahu Akbaru kabirow wal hamdu lillaahi katsiiroo, wa subhaanallaahi bukrotaw wa asiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi Rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
“Allah maha besar lagi sempurna kebesaran-NYA, segala puji bagi-NYA dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus dan menyerahkan diri. Dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya, sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu baginya, dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukannya. Dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim.”

Bacaan Doa Iftitah Versi 2

doa iftitah
Allaahumma baa’id bainii wa baina khothooyaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal magrhrib, Allaahumma naqqinii min khothooyaa kama yunaqqos saubul abhyadhu minad danas. Allaahummaghsil khothooyaaya bilmaa.i watssalji wal barod.
“Ya Allaah, jauhkanlah jarak antara aku dan kesalahan-ku sebagaimana Engkau menjauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allaah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian putih yang disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”.

Membaca Surat Al-Fatihah

Bacaan surat al fatihah
Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Arrohmaanirrohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaakana’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinasshiroothol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladhdhooolliin. Aaamiin.
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Raja yang menguasai hari kemudian (hari kiamat). Hanya kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami memohon pertolongan. Tunjukkan lah kepada kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai, bukan pula jalannya orang-orang yang sesat.” Aaamiin
Membaca surat Al-Fatihah ini wajib hukumnya, sebab surat Al-Fatihah termasuk rukun shalat. Surat Al-Fatihah ini dimulai dari ayat pertama yaitu Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Apabila menjadi makmum dan kebetulan masbuq (makmum yan telat), kemudian tidak sempat untuk menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya, maka tidak mengapa walau hanya dengan membaca Basmalah. Dan bagi makmum, bacaan Al-Fatihah ini dibaca setelah Imam menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya atau ketika Imam membaca surat. Dalam artian makmum tidak mendahului bacaan Al-Fatihahnya Imam.

Membaca Surat Dari Al-Qur’an

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, bacaan sholat selanjutnya adalah membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an. Membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an ini hanya dibaca pada rokaat pertama dan kedua. Selanjutnya setelah rokaat satu dan dua cukup hanya membaca surat Al-Fatihah saja. Dan hukum dari membaca surat sendiri adalah sunnah, artinya tidak apa-apa jika tidak dibaca. Meskipun begitu, membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an ini sangat dianjurkan untuk tetap dibaca pada rokaat pertama dan kedua.

Ruku’

Setelah selesai membaca surat, selanjutnya adalah ruku’. Perpindahan gerak dimulai dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu Akbar (Takbir). Kemudian membungkuk kan badan, kedua tangan memegang lutut dan ditekan kan antara punggung dan kepala agar rata.
Setelah itu membaca: “سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.
“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.
Mahasuci Tuhan yang Maha Agung Serta Memujilah Aku Kepadanya.

I’tidal

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca سمع الله لمن حمده (Sami’allaahu liman hamidah) (Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya). Setelah berdiri tegak, lalu membaca :
ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد
“Robbanaa lakal hamdu mil us samaawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.”
Ya Allaah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.

Sujud

Setelah i’tidal, selanjutnya adalah sujud (tersungkur ke bumi, tanpa mengangkat tangan). Disaat turun hendak bersujud itu membaca takbir. Tata cara sujud yang benar yaitu dengan meletakkan dahi ke bumi, telapak tangan, lutut, dan jari-jari kaki semuanya menempel di bumi/lantai.
Bacaan sholat ketika sujud adalah: سبحان ربي الأعلى وبحمده (Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih).
“Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya”.

Duduk Di antara Dua Sujud

Setelah sujud kemudian duduk sambil membaca takbir saat perpindahan gerak. Kemudian membaca bacaan sholat doa berikut:
رب اغفررلي  وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني  واعف عني
“Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii”
Ya Allaah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
Setelah selesai membaca doa ini kemudian sujud lagi seperti halnya sujud yang pertama, Setelah selesai sujud yang kedua bangkit berdiri lagi melanjutkan rokaat selanjutnya.

Tasyahud Awal

Bacaan sholat tasyahud awal

Bacaan sholat ketika sedang duduk tasyahud awal adalah sebagai berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi Muhammad. Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih. Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad.”
Pada rokaat kedua, kalau sholat yang kita kerjakan adalah sholat yang memiliki jumlah bilangan tiga rokaat atau empat rokaat, maka pada rokaat kedua duduk untuk membaca tasyahud awal/tahiyyat awal. Cara duduknya adalah kaki kanan tegak dan telapak kaki bagian kiri diduduki.

Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir
Bacaan sholat ketika duduk tasyahud akhir adalah sebagai berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammad,wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa sayyidinaa Ibroohiim, wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammad, wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa Baarokta ‘alaa sayyidinaa Ibroohiim, wa’alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi Muhammad. Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih. Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad dan atas keluarga nabi Muhammad. Sebagaimana engkau beri rahmat nabi Ibrohim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi Muhammad dan keluarganya. Sebagaimana engkau berkahi nabi Ibrohim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, engkaulah yang terpuji dan mulia.”

Cara Duduk Tasyahud Akhir

  • Supaya pantat langsung duduk ke lantai, kaki kiri dimasukkan pada bagian bawah kaki kanan.
  • Jari-jari kaki kanan tetap menekan ke lantai, seperti sedang mancal.

Salam

Setelah selesai membaca tasyahud akhir, kemudian salam untuk mengakhiri sholat. Salam pertama dengan menengok kearah kanan dan membaca “Assalaamu’alaikum warohmatullaah” (Keselamatan dan Rahmat Allah semoga tetap tercurahkan pada kamu sekalian), kemudian salam kedua menengok kearah kiridan membaca “Assalaamu’alaikum warohmatullaah”.
Salam yang dihukumi wajib adalah salam yang pertama, sedangkan salam yang kedua hukumnya sunnah. Salam pertama ini juga sebagai tanda bahwa sholatnya telah berakhir. Setelah salam, hendaknya membaca dzikir setelah sholat terlebih dahulu. Setelah itu dilanjut dengan membaca doa setelah sholat fardhu.

Bacaan Doa Qunut

Doa qunut
Apabila mengerjakan sholat subuh, maka pada rokaat yang kedua membaca doa qunut. Doa qunut dibaca setelah i’tidal sebelum sujud. Doa qunut ini menurut Ulama’ Syafi’iyah hukumnya sama dengan tasyahud awal, yaitu sunnah. Selain pada sholat subuh doa qunut juga dibaca dalam sholat witr setelah pertengahan Ramadhan.
Dan kadang juga dibaca untuk menolak balak/bencana, atau untuk mendoakan saudara-saudara muslim yang sedang mendapat cobaan, doa qunut yang ini disebut doa qunut nazilah. Isi doanya tetap sama, hanya sebab dan waktunya saja yang beda.

Syarat Sah Shalat

Syarat Sah Shalat yaitu suatu syarat yang menyebabkan sahnya shalat seseorang. Dalam hal ini, asal semua syaratnya terpenuhi, maka shalatnya sah. Sedangkan masalah shalat kita diterima atau tidak itu urusan Allah. Sebab, ada sebagian orang yang terlalu fanatik dan mempermasalahkan dengan syarat sah shalat ini, sehingga yang terjadi pada dirinya adalah was-was tidak diterimanya shalat.
Oleh sebab itu, asal syarat sah shalat dan rukun shalat terpenuhi, maka shalatnya sah. Masalah shalat kita diterima atau tidak itu urusan Allah saja. Berikut adalah syarat sah shalat :
  1. Beragama Islam
  2. Sudah Aqil Baligh
  3. Suci dari dua hadats (Hadats Besar dan Hadats Kecil)
  4. Suci dari najis, baik itu badan, pakaian dan tempat yang digunakan untuk sholat.
  5. Menutup aurat, (Aurat laki laki: Pusar sampai dengan lutut, wanita: Seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan)
  6. Telah masuk waktu sholat sesuai dengan ketentuan waktu masing-masing.
  7. Menghadap kearah kiblat.
  8. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah shalat.

Rukun Shalat

Rukun Shalat adalah suatu bagian dari shalat yang dengan itu menjadikan shalat tersebut sah. Dan sebaliknya, jika ada rukun shalat yang kurang maka menjadikan shalat tersebut tidak sah. Berikut adalah rukun shalat :
  1. Niat
  2. Takbirotul Ihram
  3. Berdiri tegak bagi yang mampu (Dalam Sholat fardhu). Diperbolehkan duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.
  4. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap rakaat
  5. Ruku’ dengan Thuma’ninah
  6. I’tidal dengan Thuma’ninah
  7. Sujud dua kali dengan Thuma’ninah
  8. Duduk diantara dua sujud dengan Thuma’ninah
  9. Duduk Tsyahud akhir dengan Thuma’ninah
  10. Membaca Tasyahud akhir dengan Thuma’ninah
  11. Membaca sholawat kepada Nabi pada Tasyahud akhir
  12. Mengucapkan salam yang pertama
  13. Tertib, maksudnya yaitu melakukan semua rukun shalat tadi dengan tertib dan runtut.

Sesuatu yang Membatalkan Sholat

Sholat menjadi batal atau tidak sah apabila salah satu rukun atau syaratnya tidak terpenuhi atau ditinggalkan dengan sengaja. Selain itu, sholat juga menjadi batal dengan sebab dibawah ini:
  • Berhadats, yaitu hilangnya sifat toharoh dalam diri kita. Dalam artian kalau wudhu kita batal maka sholatnya juga ikut batal.
  • Terkena najis yang tidak dimaafkan. Najis yang dimaafkan contohnya adalah darah dari bekas luka kita yang keluar dengan sendirinya dan tidak terkena pakaian kita, atau najisnya dari darah nyamuk yang sangat sedikit.
  • Mengeluarkan kata-kata dengan sengaja selain bacaan sholat, meskipun itu satu huruf yang memiliki pengertian
  • Terbukanya aurat
  • Merubah niat, misalnya dalam hati ada niatan ingin memutus sholatnya
  • Makan atau minum meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit, contoh dalam hal ini misalnya ada sisa makanan dalam gusi kemudian dengan sengaja menelannya, jika demikian maka sholatnya batal
  • Bergerak tiga kali secara berturut-turut,
  • Membelekangi arah kiblat
  • Menambah rukun sholat yang bersifat gerakan, misalnya menambahi ruku’ atau sujud
  • Tertawa terbahak-bahak
  • Mendahului gerakan/rukun Imam lebih dari dua gerakan
  • Murtad (Keluar dari agama Islam)

Sunnah Dalam Sholat

Dalam sholat, ada bagian-bagian dalam sholat yang memiliki hukum wajib (rukun) dan sunnah. Sunnah dalam sholat sendiri ada dua, yaitu sunnah Ab’adl dan sunnah Hai’at.

Sunnah Ab’adl

  • Membaca tasyahud/tahiyyat awal
  • Membaca sholawat atas nabi pada tasyahud/tahiyyat awal
  • Membaca sholawat atas keluarga nabi pada tasyahud/tahiyyat akhir
  • Membaca doa qunut pada rokaat kedua sholat subuh, sholat witr pada pertengahan bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan
Apabila salah satu dari sunnah ab’adl diatas ada yang lupa dikerjakan, maka disunnahkan untuk melakukan sujud sahwi.

Sunnah Hai’at

  • Mengangkat kedua tangan saat takbirotul ihrom, ketika akan ruku’, ketika bangun dari ruku’, dan ketika akan berdiri setelah tasyahud/tahiyyat awal.
  • Meletakkan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika berdiri bersedakep setelah takbirotul ihrom.
  • Membaca doa iftitah setelah takbirotul ihrom.
  • Membaca ta’awudz ketika hendak membaca surat al fatihah.
  • Membaca Aaamiin setelah selesai membaca surat Al Fatihah.
  • Membaca surat dari Al Qur’an pada rokaat pertama dan kedua setelah selesai membaca surat Al Fatihah.
  • Mengeraskan bacaan surat Al Fatihah dan surat pada rokaat pertama dan kedua pada sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh.
  • Membaca takbir saat perpindahan rukun/gerakan sholat.
  • Membaca tasbih ketika ruku’ dan sujud.
  • Membaca “Sami’allaahu liman hamidah” ketika bangun dari ruku’, dan membaca “Robbanaa lakalhamdu . . . ketika i’tidal.
  • Meletakkan telapak tangan diatas paha ketika duduk tasyahud awal dan akhir.
  • Duduk iftirosy pada semua duduk dalam sholat.
  • Duduk tawarruk (duduk bersimpuh) pada saat tasyahud akhir.
  • Membaca salam yang kedua.
  • Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri pada masing-masing waktu membaca salam yang pertama dan kedua.
  • lalu bacaan dzikir sesudah sholat
Itulah beberapa bacaan sholat pada bagiannya masing-masing. Dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.